Selasa, 14 Agustus 2012

LAPANGAN TERBANG















































BAB I
SIFAT-SIFAT PESAWAT BERKENAAN DENGAN PERENCANAAN LAPANGAN TERBANG

1. PENDAHULUAN

    Sebelum kita merancang sebuah Lapangan Terbang lengkap dengan fasilitasnya, dibutuhkan pengetahuan sifat-sifat pesawat terbang secara umum untuk merancang prasarananya.
Pesawat terbang yang digunakan dalam operasi penerbangan mempunyai kapasitas yang bervariasi mulai dari 10 sampai 500 penumpang. Pesawat-pesawat terbang "General Aviation" dikategorikan semua pesawat-pesawat kecil yang bisa mengangkut penumpang / barang kurang dari 20 orang penumpang dan pengaturannya sebagai mobil pribadi untuk memberi gambaran macam-macam pesawat terbang yang melayani penerbangan komersil. Dalam tabel diberikan ukuran-ukurannya, berat, kapasitas angkut dan panjang landas pacu yang dibutuhkan. Pesawat terbang untuk taxi udara tidak dicantumkan, pada tabel berikutnya adalah gambaran konfigurasi roda pendaratan utama (Main Landing Gear) serta tekanan angin roda pesawat dari berbagai jenis pesawat.

    Perlu dijelaskan bahwa tabel-tabel ini untuk pengenalan beberapa besaran seperti "Operating Weight Empty" kapasitas penumpang dan panjang landasan adalah sebagai ancar-ancar mengingat bahwa besaran tersebut bisa dihitung dan hitungannya dipengaruhi oleh berbagai aspek.

Pengertian dari istilah-istilah :

Weigth ( berat ) :
    Ada beberapa istilah berat akan diterangkan dibelakang. Berat pesawat diperlukan untuk merencanakan tebal perkerasan dan kekuatan landas pacu (run way), taxi way dan Apron.

Size ( ukuran ) :
   Lebar sayap dan panjang badan pesawat (Fuselag) mempengaruhi area parkir pesawat dan apron, selanjutnya mempengaruhi konfigurasi terminal, lebar landas pacu, taxi way, jarak antar keduanya sangat ditentukan oleh ukuran pesawat.

Capacity ( kapasitas )
    Kapasitas penumpang mempunyai arti yang penting bagi perencanaan Gedung Terminal dan sarana lainnya.

Panjang landas pacu :
     Berpengaruh terhadap luas tanah yang dibutuhkan oleh Lapangan Terbang, namun panjang landas pacu pada tabel  adalah ukuran perkiraan. Perhitungan landas pacu akan diberikan pada bab selanjutnya.
      Anggapan bahwa makin besar pesawat makin panjang landas pacu tidak selalu benar. Bagi pesawat besar, yang sangat menentukan kebutuhan panjang landasan adalah jarak yang akan ditempuh sehingga menentukan berat lepas landas (Take Off Weight). Maka dalam analisa "Panjang landas pacu yang dibutuhkan" taksiran jarak tempuh pesawat sangat penting.

Piston Engine Air Craft :
    Pesawat yang digerakkan oleh perputaran baling-baling dengan tenaga mesin piston. Sebagian besar pesawat-pesawat kecil digerakkan oleh mesin piston.

Turbo Prop :
      Pesawat digerakkan oleh baling-baling dengan tenaga mesin turbin.

Turbo Jet :
   Gerak pesawat bukan didapat oleh putaran baling-baling melainkan oleh daya dorong dari tenaga semburan jet. Pesawat yang digerakkan oleh Turbo Jet sangat boros bahan bakar. Untuk mengatasi keborosan bahan bakar dibuat pesawat dengan tenaga Turbo Fan.

Turbo Fan :
      Ditambahkan kipas (fan) didepan atau dibelakang turbinnya, sehingga dengan bahan bakar yang sama dengan turbo jet didapat tenaga penggerak yang lebih besar. 
Fan biasanya ditempatkan didepan dari turbin induk. Sebagian besar pesawat- pesawat komersial yang sekarang beroperasi kebanyakan dari jenis Turbo Fan.

 2. SIFAT-SIFAT MESIN JET
     Mesin Jet dibagi dalam 2 jenis, yaitu : Turbo Jet dan Turbo Fan. Mesin Turbo Jet terdiri dari compresor, ruang bakar (Combustion Chamber) dan turbin dibagian belakang mesin.
Turbo Fan pada dasarnya adalah mesin turbo jet, yang ditambahkan sudu-sudu, biasanya ditempatkan dibagian depan dari compresor, sudu-sudu ini dinamakan "Fan", sudu baris tunggal dinamakan "Single Stage" dan dua baris sudu disebut "Multi Stage".
Pesawat-pesawat mesin turbin yang dilengkapi dengan air  ketika akan lepas landas, disebut "Mesin Basah", sedangkan untuk mesin turbin tanpa air disebut "Mesin Kering".
Pembasahan dengan air pada pesawat mesin turbin dimaksudkan agar mesin bisa bekerja pada temperatur yang lebih tinggi, sehingga menambah daya dorong. Pada waktu lepas landas dibutuhkan tenaga daya dorong yang lebih besar.
Daya dorong (Thrust) yang dipakai pada saat pesawat sedang terbang dengan kecepatan tetap (Cruising) adalah 1/5 - 1/4 tenaga yang dipakaipada waktu lepas landas. 
Pemakaian bahan bakar oleh mesin pesawat dinyatakan dalam satuan berat ( Lbs, Kg ) per jam per kg daya dorong. Hal ini untuk menghindari kekacauan pengertian akibat kembang susut volume bahan bakar oleh perubahan temperatur, 1 gallon beratnya = 6,8 Lbs = 3,08 kg = 3 kg.

Untuk baca lebih lanjut, Silahkan Download Disini -->  Lapangan_Terbang 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Night Diamond Bloody Red - Busy Flicker